MasyaAllah..!! 30 Malaikat Berebut Mencatat Amalan Kita.. Dengan Mengucap Kalimat INI, Perhatikan Perbedaanya..!

MasyaAllah..!!  30 Malaikat  Berebut Mencatat Amalan Kita.. Dengan Mengucap Kalimat INI, Perhatikan Perbedaanya..!
MasyaAllah..!!  30 Malaikat  Berebut Mencatat Amalan Kita.. Dengan Mengucap Kalimat INI, Perhatikan Perbedaanya..!

Kalimat ini mengagumkan. Singkat, tetapi keutamaannya begitu besar hingga saat itu juga mengundang beberapa puluh malaikat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat 30 malaikat datang serta berbebut mencatat untuk orang yang membacanya.

Peristiwa itu berlangsung saat Rasulullah dan beberapa teman dekat tengah shalat berjamaah. Saat i’tidal, Rasulullah sebagai imam membaca :
سَمِعَ اللَّهُ لِمَن' حَمِدَهُ

Allah Maha Menengar orang yang memuji-Nya

Biasanya, teman dekat bakal meneruskan doa Rasulullah itu dengan ucapan
رَبَّنَا لَكَ ال'حَم'دُ

Ya Tuhan kami, semua puji hanya bagi-Mu

Tetapi, ada salah seseorang teman dekat yang membaca doa :
رَبَّنَا وَلَكَ ال'حَم'دُ ، حَم'دًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

Ya Tuhan kami, semua puji hanya bagi-Mu. Saya memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik serta penuh berkah

Saat shalat sudah usai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ajukan pertanyaan, “siapa yang membaca doa tadi? ”


Seseorang teman dekat menjawab, “Saya, ya Rasulullah”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bersabda :
رَأَي'تُ بِض'عَةً وَثَلاَثِينَ مَلَكً يَب'تَدِرُونَهَا ، أَيُّهُم' يَك'تُبُهَا أَوَّلُ

“Aku lihat kian lebih 30 malaikat sama-sama berebut siapa diantara mereka yang mencatatnya terutama dahulu”

Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari ini menerangkan begitu mengagumkan keutamaan doa itu. Jadi doa itu juga jadi satu diantara alternatif doa i’tidal yang butuh di baca makmum sesudah imam mengatakan “sami’allahu liman hamidah. ”

Mungkin saja ada yang ajukan pertanyaan, kenapa Rasulullah dapat tahu ada beberapa puluh malaikat yang berebut mencatat walau sebenarnya beliau tengah jadi imam yang posisinya paling depan? Tersebut mukjizat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam hadits yang lain kita memperoleh penjelasan kalau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dapat lihat orang yang ada di belakangnya, dengan izin Allah.
عَن' أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّصلى الله عليه وسلمقَالَ أَقِيمُوا صُفُوفَكُم' فَإِنِّى أَرَاكُم' مِن' وَرَاءِ ظَه'رِى. وَكَانَ أَحَدُنَا يُل'زِقُ مَن'كِبَهُ بِمَن'كِبِ صَاحِبِهِ وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ

“Dari Anas, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, ”Luruskanlah shaf kalian, saya lihat kalian dari belakang punggungku. ” Lalu salah seseorang diantara kami menempelkan pundaknya pada pundak rekannya, lantas kakinya pada kaki rekannya. ” (HR. Bukhari) [bersamadakwah ]